Fungsi Cairan Empedu Dalam Pencernaan Makanan Pada Usus Halus

Fungsi Cairan Empedu dalam Pencernaan Makanan pada Usus Halus

19.13Pada manusia, proses pencernaan makanan dibedakan menjadi 2 yaitu proses mekanis dan proses kimiawi. Proses mekanis merupakan sebuah proses mengunyah makanan yang dilakukan oleh gigi dan dibantu oleh lidah, kemudian terjadi proses  peremasan di lambung. Sedangkan proses kimiawi merupakan proses pelarutan serta pemecahan makanan yang dilakukan oleh berbagai enzim pencernaan yaitu dengan cara mengubah makanan dengan molekul yang besar menjadi makanan dengan molekul yang lebih kecil. Proses pencernaan makanan sangat penting untuk kelangsungan hidup mahluk hidup, ada banyak komponen yang mendukung terjadinya proses percernaan makanan tersebut.

Sistem Pencernaan Makanan

Secara garis besar proses pencernaan makanan meliputi beberapa proses yaitu:

  • ingesti atau proses memasukan makanan melalui mulut
  • mastikasi atau proses pengunyahan makanan yang dilakukan oleh gigi
  • deglutisi atau proses menelan di dalam kerongkongan
  • digesti atau proses mengubah makanan dari molekul yang kompleks menjadi lebih sederhana dengan dibantuan enzim yang berada didalam lambung,
  • absorpsi atau proses penyerapan yang dilakukan di dalam usus halus serta
  • defekasi atau pengeluaran sisa makanan yang tidak berguna dari dalam tubuh melalui anus.

13.1Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam proses pencernaan diperlukan berbagai organ pada sistem pencernaan yang dapat berungsi dengan baik mulai dari rongga mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, rektum sampai anus. Yang didukung oleh beberapa enzim, kelenjar serta cairan yang terdapat pada sisitem pendernaan dan berfungsi dalam melancarkan proses pencernaan tersebut diantaranya adaalah cairan pencernaan yang banyak berperan didalam  usus halus yaitu getah pankreas, getah usus serta cairan empedu, Fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus sangatlah besar.

Diketahui bahwa Fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus ini adalah menetralkan HCl atau lebih dikenal dengan asam klorida didalam kimus serta dapat membuat aktivitas pepsin dalam protein terhenti dan juga merangsang terjadinya gerak peristaltik di usus. Selain itu masih banyak lagi fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus.

Fungsi Cairan Empedu dalam Pencernaan Makanan pada Usus Halus

Sifat alkali pada cairan empedu disebabkan oleh kandungan natrium karbonat pada garam empedu. Cairan empedu ini dihasilkan oleh sel hati. Kelenjar pencernaan terbesar didalam tubuh  ini berperan dalam pembentuk empedu selain juga berfungsi dalam pengaturan suhu tubuh, pembentukan fibrinogen serta heparin yang akan disalurkan ke peredaran darah, penyerapan berbagai unsur besi dari darah yang sudah rusak. Organ hati juga menjadi tempat untuk menyimpan berbagai zat makanan yang diperoleh dari darah.

Melalui saluran empedu, cairan empedu mengalir dari hati ke usus halus. Dalam proses pencernaan fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus ditunjukkan dengan peran cairan empedu dalam proses pencernaan lemak.

Pada umumnya cairan empedu berwarna kuning kehijauan dengan sekitar 86%nya  berupa air serta tidak mengandung enzim. Fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus didasarkan pada kandungan mucin dan  garam empedu dalam cairan empedu yang berperan didalam proses pencernaan makanan. Kandungan mucin didalam cairan empedu berfungsi untuk membasahi serta untuk melicinkan duodenum yang dimaksudkan untuk mencegah terjadi iritasi di dinding usus sedangkan kandungan garam empedu dapat menurunkan tegangan permukaan antara lemak dengan air atau dapat digunakan untuk mengemulsikan lemak. Selain melarutkan lemak, Fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus juga ditunjukan dengan kemampuan cairan empedu ini dalam melarutkan vitamin didalam tubuh sehingga kinerja usus meningkat dalam melakukan penyerapan sisa makanan.

Fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus ini dapat terhambat dengan tersumbat kandung empedu, dimana pada individu yang normal  cairan yang setidaknya dikeluarkan oleh hati sebanyak 500 hingga 1.000 ccm perhari ini mengalir ke kandung empedu saat katup Oddi tertutup. Biasanya kondisi yang menyebabkan cairan empedu ini tidak mengalir adalah disebabkan oleh adanya batu empedu yang menyembat saluran kandung empedu tempat cairan empedu nantinya keluar tersebut. Oleh karena itu untuk mengembalikan kembali fungsi cairan empedu dalam pencernaan makanan pada usus halus, batu empedu harus diliangkan dengan cara mengikisnya sehingga aliran keluar cairan empedu dapat kembali mengalir dengan lancar. Anda dapat mengkonsumsi TNX obat herbal yang dapat mengikis batu empedu tersebut. Anda dapat melakukan pemesanan melalui http://batu-empedu.com.

 

Apa Itu TNX dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Untuk Info Lengkap Mengenai TNX Silahkan Tekan Tombol "Klik Disini" Di Bawah Ini 

12  
Mohon Diisi Pak/Bu  
   
Mohon Isi Nama Depan Anda
   
  Mohon Isi Email Anda
   
   
 
     
Konsultasi via WA Klik Disini !